Learning @nything
no pain no gain : berjuanglah, kisanak…

Gusdur ngajak golput?

Sebenarnya bukan mau ngebahas Gusdur atau mau mempersoalkan golput. Cuman tertarik dan terpikir soal pemilu di negeri ini. Beberapa waktu lalu, di warnet yang saya kelola ada garapan ketikan yang isinya daftar nama-nama calon legislatif di daerah saya, Jember. Saya simak daftar itu dari dapil 1 hingga 6, dari partai no 1 sampai partai no. terakhir (saya lupa, 38 apa 44 ya, jumlah partainya). Pertanyaan saya yang belum terjawab sampai sekarang: kok saya ndak kenal dengan calon wakil-wakil saya ya…?

Sorenya saya berdiskusi kecil dengan adek saya yang juga selama ini agak ‘apatis’ dengan pemilu. Kenapa ya pencalonan atau pemilihan caleg itu tidak menggunakan cara: KETIK XXX SPASI CALEG KIRIM KE 6288….!!!!
Nah…kan ketahuan, siapa-siapa saja yang benar-benar pilihan pemirsa, eh maksudnya pilihan rakyat. Kalau dengan cara seperti ini, saya kok yakin sekali, akan banyak yang apatis dengan pemilu (Gusdur apatis ndak ya…?). Bagaimana tidak, kita diminta memilih wakil rakyat yang kita sendiri nih, ndak kenal atau paling tidak ndak pernah dengar nama-nama itu. Sederhananya, ntar April 2009, kita akan memilih orang-orang yang akan duduk di DPRD atau DPR yang katanya akan jadi wakil kita dan tentu saja akan digaji puluhan juta rupiah. Lebih sederhana lagi, kita akan membantu ‘mereka yang terhormat’ untuk jadi orang kaya baru…(sorry om…agak ekstrem).

Apalagi melihat makin banyak saja poster dan baliho kampanye para caleg-caleg itu, baik dipinggir jalan, di tembok dan di media lainnya (termasuk di kawasan blog). Ini diluar caleg artis, yang notabene udah pada tau semua meski tidak kenal langsung.

Ah, kok jadi berat ya tulisannya..?

Yang jelas, saya sedang berangan-angan, andai saja para caleg-caleg itu benar-benar wakil sewakil-wakilnya rakyat. Namanya wakil, berarti masih posisi nomer dua secara struktural. Karena diatas wakil masih ada ketua. Siapakah yang jadi ketua?Tentu kita, para rakyat kan??? Trus, kenapa gaji wakil yang puluhan juta, sedangkan kita sebagai ketua, mau dapat gaji dari google adsense saja, susahya minta ampun, malah sampe begadang untuk mempertahankan page rank kita…….????

Dalam soal apatis, saya agak setuju dengan Gusdur, mungkin cuman beda motivasi saja kali yaa…

Advertisements

No Responses to “Gusdur ngajak golput?”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: